Akhir Pekan ke Candi Muaro Jambi

   
Akhir pekan menjadi waktu pilihan untuk jalan-jalan. Sabtu dan Minggu, hari yang ditunggu telah tiba. Wisata mana yang akan Aku kunjungi kali ini? Apakah kamu punya rekomendasi wisata untukku?
         Candi Muaro Jambi menjadi destinasi pilihanku kali ini. Destinasi ini tidak jauh dari Kota Jambi. Aku membutuhkan waktu tempuh 25-30 menit dengan jarak sekitar 26 km. Destinasi ini terletak di Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, 36382. Selain letaknya yang strategis, harga tiket destinasi ini juga terjangkau. Aku membayar Rp 13.000,00 ( included tiket untuk 2 orang dan parkir motor). Usai memparkir motor, kami berjalan masuk ke kawasan Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi. Saat Aku berjalan, Aku melihat sepeda yang berbaris. Merekapun menawarkan sewa sepeda. Akupun menyewa dengan
Rp 10.000,00 untuk sepuasnya. Sebenarnya sewa sepeda ini ada ketentuan waktu, karena Aku berkunjung saat sepi pengunjung jadi Aku mendapatkan keuntungan sewa sepeda tanpa ketentuan waktu. Selain barisan sepeda, pemandangan toko souvenir dan topi yang sangat bagus untuk keperluan foto menyambut kedatanganku. Selain sepeda, adapula jasa becak. Kakikupun mulai mengayuh pedal sepeda.
        Udara sejuk dan segar menyambut kedatanganku di kawasan kompleks candi. Pemandangan hijau yang luas membuat perasaan tenang. Aku melapor sejenak ke pos satpam. Seperti biasa, Aku mengisi buku tamu. Akupun melanjutkan perjalanan. Aku mengayuh pedal sepeda menelusuri jalan yang halus. Sejenak Aku berhenti di gedung musium. Aku ingin tahu apa saja yang ada di dalam musium tersebut. Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi merupakan sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara dengan luas 3981 hektar yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu (id.wikipedia.org). Aku melihat beberapa benda peninggalan dan keterangan mengenai benda-benda tersebut. Aku menjumpai Arca Dwarapala, belanga dari perunggu, padmasana, tiga patung gajah dari batu, puluhan batu bata kuno dan masih banyak lagi benda-benda yang lain.
       Akupun melanjutkan perjalananku menuju beberapa Candi. Situs Candi Muaro Jambi terdapat sembilan Candi besar meliputi Candi Kuto Mahligai, Candi Kedaton, Candi Gedong I, Candi Gedong II, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Telago Rajo, Candi Kembar Batu dan Candi Astomo. Selain itu, terdapat pula candi-candi kecil yang tersebar di sepanjang lokasi tersebut. Letak antar candi ada yang jauh dan ada yang dekat sehingga Aku rekomendasikan untuk menyewa sepeda. Disekitar Candi terdapat halaman yang luas dan pepohonan. Aku melihat beberapa pengunjung duduk santai di tempat yang teduh. Usai mengunjungi satu per satu candi yang di komplek Candi Muaro Jambi, Aku sejenak melihat danau yang ada di kompleks tersebut. Sebelum menutup perjalananku kali ini, Aku menunaikan sholat dzuhur di mushola di seberang pos satpam.
        Setelah mengunjungi beberapa candi, museum dan danau, saatnya Aku mencari oleh-oleh khas di destinasi ini. Oleh-oleh khas destinasi ini cukup banyak. Sebenarnya lebih tepat disebut khas Provinsi Jambi. Oleh-oleh tersebut meliputi lacak, miniatur rumah, beragam gantungan kunci, topi dan lain-lain. Perjalanan kali ini aku akhiri dan Aku pulang. Destinasi ini masuk list, jika ada teman dari luar provinsi Jambi berkunjung ke Jambi.
        Destinasi ini sangat cocok untuk semua kalangan. Liburan bareng keluarga, cocok banget karena bisa piknik bersama keluarga. Selain itu, destinasi ini bisa mengedukasi anak-anak tentang candi dan benda-benda peninggalan. Udaranya sangat sejuk karena ada banyak pepohonan dan destinasi ini sangat luas sehingga liburan tidak akan menjadi membosankan.


0 Komentar