Menikmati Indahnya Pantai Sendang Biru

Mata memandang ke luar ruangan, tak lagi tampak sinar matahari. Ku telusuri lorong gedung, lampu ruangan tak lagi menerangi ruangan. Langkah kakiku bergerak menuju ruangan bagian depan. Ruangan dimana teman-teman berkumpul. Raga seakan butuh sandara dan mata yang ingin terpejam namun hati berteriak "hore".
           Setibanya di ruangan, Aku menatap satu demi satu raut wajah lelah mereka. Mereka ialah keluarga baruku. Sejak 4 bulan terakhir, kami disatukan dalam satu ruang. Ruang yang menyatukan 1 tujuan yaitu terselenggaranya kegiatan nasional dengan sukses. Acara telah terlaksana dengan baik. Aku bersama tim ingin berlibur ke suatu tempat. Pantai menjadi tempat yang disepakati untuk kami kunjungi. Ragaku seakan terbangun mendengar kesepakatan itu. Kali pertama berlibur ke pantai di tempat ini membuatku sangat bahagia. Selain itu, wacana ke pantai telah usai.
           Pagi itu, secangkir cappucino hangat menemani menanti mentari terbit. Aku menunggu kabar dari teman-teman. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, Aku tinggalkan kehangatan beberapa tetes cappucino yang tersisa. Ku raih tas ranselku dan segera ku buka aplikasi transportasi online. Tiba-tiba seseorang berhenti dihadapanku. Ia adalah ojek yang ku pesan. Akupun segera memakai helm dan pergi bersamanya menuju gerbang kampus. 
           Aku bertemu seorang rekanku, kita berbicara banyak hal sebelum bus yang kami tunggu datang.  Sesaat kemudian, Aku dan teman-teman segera masuk ke dalam bus. Kami menikmati perjalanan dengan beragam canda dan tawa. Kami berasal dari Program Studi dan Provinsi yang berbeda-beda. Selama bekerjasama dalam tim, Kami fokus kepada kegiatan sehingga Kami tidak sempat kenal satu sama lain secara personal. Kami juga jarang bertemu karena kami memiliki berbagai kesibukan lain. Meskipun demikian, Aku seperti menemukan keluarga baru. Mereka yang sering menjadi pendengar, penasehat dan penghibur dikala sedih.
           Perjalanan yang cukup lama sekitar 2,5-3 jam tak begitu terasa. Bait-bait cerita indah menemani perjalanan kami. Cerita tentang wawasan daerah asal dan berbagai pengalaman lainnya. Cerita tentang perkuliahan seakan tak dihadirkan karena kami sedang berlibur. Sesekali kami menyantap makanan. Tawa tak terhindarkan hingga ada yang menjadi bahan pembicaraan.
           Tibalah kami di tempat pembelian tiket. Salah seorang turun untuk membayar tiket kami sekitar Rp 10.000 per orang. Usai membeli tiket, kamipun menuju tempat parkir. Aku takjub pada jernihnya air laut yang kelihatan dari kejauhan. Suasana semakin hangat saat kami menurunkan berbagai makanan yang kami bawa dari dalam bagasi mobil. Buka tikar, satu per satu makanan disajikan, kamipun berkumpul dan menyantapnya. Tawapun dalam suasana menikmati hidangan. Perkara pedas dan siapa yang duluan seakan menjadi topik pembuka. Suasana menjadi semakin rame saat salah seorang mengambil tongsis dan handphone. Semuapun bergegas mengambil berbagai properti untuk foto seperti topi dan kacamata. Suasana mencair seakan kami telah lama bersama. 
             Kamipun bergegas menuju pulau sempu karena pantai sendang biru yang kami tuju berada di pulau tersebut. Kamipun membagi menjadi 2 kelompok. Setiap kapal diisi 10-13 orang. Sepanjang perjalanan menuju pulau sempu, Akupun merasa semakin takjub. Air yang jernih dan bersih membuat lautan tampak membiru. Canda dan tawa mewarnai perjalanan kami. Satu per satu mengambil foto. Maklum ya tuntutan sosial media. 
             Tibalah kami di pantai sendang biru. Kami mengumpulkan makanan dan perlengkapan di satu titik. Khusus Ibu-ibu mulai meracik rujak, sedang aku dan beberapa teman sibuk berfoto. Airnya sangat jernih dan pemandangan air yang biru serta langit yang cerah. Pasir yang putih bersih seakan membuat pemandangan semakin indah. Setelah beberapa menit, Aku memberanikan diri membasahi diri. Pobia air membuat berpikir berulang kali. Kami menghabiskan waktu untuk bercanda dan berfoto. Semua menjadi basah dari kejahilanku bersama teman-temanku. Seketika kami membuat video-video slow motion. Ada saja yang membuat kami tertawa. Setelah beberapa jam, kamipun kembali menuju pelabuhan tempat mobil kami parkir. Usai membersihkan diri, Aku bersama dua rekanku duduk di dekat pelabuhan. Beragam topik mewarnai obrolan kami. Indah, karena obrolan singkat itu jarang hadir saat duduk di perpustakaan. 

Barisan kisah indah itu terjadi 2 tahun yang lalu. Kisah yang membekas ini menjadikan kita memiliki deretan cerita yang amat sangat menarik. Kisahnya telah usai namun kenangannya akan tetap membekas.

0 Komentar