Tentang Perjalananku di Kerinci

         Liburan semester menjadi momen yang ditunggu bagiku. Momen untuk berlibur dan bersilaturahmi dengan sahabat setelah lama tak berjumpa. Liburan dipenghujung tahun kali ini, Aku berkunjung ke rumah sahabatku. Setelah 5 tahun, Aku akhirnya bersilaturahmi dengannya. Seorang sahabat yang seperti saudara sejak kuliah di Universitas Jambi. Ia juga sedang menikmati liburan. Aku sengaja berangkat tepat dihari terakhir tahun 2019 dan saat Aku terbangun Aku telah tiba di Kabupaten Kerinci pada awal tahun 2020. Terkesan menarik menikmati pergantian tahun di perjalanan. Sahabatku telah tiba beberapa hari sebelumnya di Kabupaten Kerinci dari Provinsi Bengkulu.

          Saat turun dari Travel, dingin udara menyapa kulitku. Aku tiba saat mentari belum menampakkan sinarnya sehingga keindahan alam Kerinci belum dapat ku saksi pagi itu. Sahabatku menyambut kedatanganku dan kami bergegas melaksanakan sholat shubuh karena waktu sholat subuh tinggal beberapa menit. Usai menunaikan ibadah, kami duduk di ruang tamu. Beragam topik seakan mewarnai perbincangan kami. Ya, kami telah lama tak berjumpa. Kami sama-sama baru ditinggal pergi oleh seseorang yang berjasa dalam hidup kami. Diskusi kami juga ditemani dengan teh hangat yang dapat menghangatkan tubuh yang kedinginan. Pagi itu, kamipun menyurun rencana tempat-tempat yang akan kami kunjungi.

Day 1
                   Usai menyantap sarapan, kami telah siap dengan berbagai perlengkapan seperti jaket, handphone, dan makanan ringan. Perjalanan diawali dengan berdo'a. Ku nikmati perjalanan dengan keindahan alam Kerinci yang memiliki bukit-bukit yang menghijau. Jauh mata memandang, hamparan sawah yang mulai menguning dan siap panen. Terdengar derasnya air sungai yang mengalir. Semakin jauh perjalanan ke arah Kayu Aro, udara semakin dingin.


                    Perjalanan tak terasa jauh karena Aku begitu mengagumi keindahan alam cipta-Nya. Tibalah di kebun teh. Hamparan perkebunan teh yang luas dan hijau menyambut kedatanganku. Sejenak kami singgah untuk menikmati pemandangan kebun teh yang indah dan beristirahat sejenak. Jauh mata memandang, luas dan hijau. Akupun tak menyia-yiakan kesempatan untuk mengabadikan momen ini. Aku sebagai peguna sosial media aktif, foto itu menjadi sesuatu yang dicari saat travelling. Well, perjalananku berlanjut menelusuri jalanan naik turun perkebunan teh dan tibalah di destinasi yang amazing banget, Air Terjun Telun Berasap.
                     Air Terjun Telun Berasap merupakan salah satu air terjun di Kerinci yang letaknya di Kayu Aro dan dekat dengan perkebunan teh dan Gunung Kerinci. Destinasi ini menyajikan air terjun yang deras. Letak air terjun ini tidak jauh dari tempat parkir. Cukup menurunin anak tangga sekitar 10-15 menit, pengunjung sudah bisa melihat air terjun lebih dekat. Tetap hati-hati ya karena medannya sedikit licin dan siap-siap basah karena uap air. Sesekali akan muncul pelangi saat matahari terik. Usai menikmati dan mengabadikan momen di Air terjun, Aku segera mencari makanan karena perut mulai keroncongan. Akupun membeli beberapa gorengan. Gorengan yang hangat sangat pas dengan kondisi alam yang dingin.

                         Selanjutnya kami mencari tempat untuk makan siang. Aku dan teman-teman berhenti di tempat makan yang terletak di dekat masjid. Kami memesan makanan dan segera menyantapnya. Usai makan siang, kami segera bergegas ke masjid. Seperti biasa, air untuk wudhu dingin sekali. Kami sejenak beristirahat dan meluruskan kaki sebelum melanjutkan ke destinasi berikutnya.

                         Destinasi yang Aku kunjungi di hari pertama ialah Swarga. Destinasi yang hits di sosial media ini menyajikan  penginapan dengan pemandangan Gunung Kerinci. Untuk masuk destinasi ini cukup membayar 5K. Destinasi ini cukup ramai pengunjung sehingga harus sabar mengantri saat berfoto. Setelah beberapa menit, kami kembali ke penginapan.

Day 2
                  Di hari kedua, Aku bangun lebih awal dan mempersiapkan segala keperluan serta segera sarapan. Pagi ini, destinasi yang akan kami kunjungi cukup jauh dari penginapan dan memerlukan tracking dari lokasi parkir. Saat semua telah siap, tiba-tiba salah satu temanku masuk ke kamar dengan wajah penuh kekecewaan. Aku langsung bertanya," What's happen? Ia memintaku untuk membuka instagram. Akupun membaca beberapa informasi yang membuatku dan tim membatalkan kunjungan ke destinasi tersebut.

                  Ok, setelah 1 jam terdiam karena harus cansel destinasi utama, Aku bersama teman-teman bergegas menuju destinasi lain yaitu Bukit Kayangan. Setelah 5 tahun, Aku kembali berkunjung. Begitu banyak perubahan. Pendoponya telah di renovasi dan lebih berwarna. Selain itu, terdapat kantin-kantin. Destinasi ini terletak tak jauh dari Sungai Penuh. Akupun menikmati secangkir cappucino sambil menunggu pemandangan cerah. Akupun mengabadikan momen dalam beberapa foto.
              Saat hari mulai siang, Aku bersama teman-teman meninggalkan Bukit Kayangan dan menuju salah satu rumah makan. Usai menikmati makanan, kami segera menuju Masjid Agung Pondok Tinggi untuk melaksanakan sholat dzuhur. Setelah sholat, kami segera menuju destinasi terakhir. Dalam perjalanan menuju destinasi terakhir, Aku melihat indahnya bukit-bukit. Rasa takjub sepanjang jalan. Destinasi terakhir yang kami kunjungi ini juga hits di media sosial yaitu Depati Kopi. Destinasi ini berada di bukit dengan pemandangan yang indah. Pemandangan yang disajikan berupa bukit. Destinasi ini memiliki ciri khas tanaman kopi sehingga menikmati kopi ditengah-tengah perkebunan kopi. Menu di destinasi ini tidak hanya kopi tetapi beragam minuman seperti capucino, jahe, gorengan dan lain-lain. Usai menikmati secangkir kopi dan gorengan, Kami bergegas mengambil beberapa foto dengan latar belakang bukit. Setelah mengunjungi destinasi terakhir, kami segera kembali ke penginapan.


Day 3

               Dihari ketiga, Aku dan teman-teman berburu oleh-oleh di Kota Sungai Penuh. Ada beragam oleh-oleh khas Kerinci. Akupun membeli beberapa bungkus oleh-oleh dan menghabiskan waktu di lapangan merdeka sambil minum es capucino. Setelah sholat jum'at, kami mengunjungi air terjun di bukit tengah.

              Menjelang sore, terdengar bunyi klakson minibus. Pertanda Aku segera pulang. Akupun kembali ke Kota Jambi. Ditemani rintikan hujan, Aku meninggalkan Kerinci. Kerinci, suatu saat Aku akan kembali. 
               

0 Komentar