Saat akan menyelesaikan study di SMA Sederajat, kita sering kali mendapatkan pertanyaan " Setelah lulus, kamu mau lanjut kemana". Ada yang sudah punya rencana, ada yang hanya diam tanpa kata. Setiap rencana membutuhkan dukungan yang cukup. Tidak semua orang memiliki support system yang sama, namun semua memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita dengan jalannya masing-masing. Ada yang memilih kuliah, ada yang memilih bekerja dan ada yang memilih kuliah sambil bekerja. 
        Tak sedikit yang memilih bekerja karena keterbatasan biaya untuk melanjutkan study. Namun ada juga yang melanjutkan pendidikan dengan berbagai keterbatasan. Tidak semua perjalanan menuju pendidikan tinggi dimulai dengan kondisi yang serba berkecukupan. Ada yang harus melangkah dengan penuh keterbatasan, menjadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus maju. Salah satunya ialah Muhammad Fatchurrohman.
           Teman-temannya familiar memanggilnya dengan sapaan " Rohman". Usai lulus dari SMA, Ia memilih untuk bekerja. Kondisi perekonomian, membuatnya tidak memiliki pilihan yang lain.  Setiap pagi sebelum matahari terbit, Ia telah bersiap memulai pekerjaannya sebagai kurir paket. Dengan mengenakan seragam dan membawa tas kecil, Ia datang ke gudang untuk menyortir paket sesuai rute pengiriman. Setelah semua paket tertata rapi di atas sepeda motornya, Ia mulai menyusuri jalanan desa. Panas terik, hujan deras, kemacetan, hingga jalan yang rusak menjadi bagian dari kesehariannya. Meski demikian, Ia tetap berusaha mengantarkan setiap paket dengan tepat waktu sambil memberikan senyum dan sapaan ramah kepada setiap pelanggan.
        Di balik rutinitas yang padat, pekerjaan sebagai kurir mengajarkannya arti tanggung jawab, kedisiplinan, dan ketekunan. Setiap paket yang berhasil sampai ke tangan penerima menjadi kepuasan tersendiri, karena Ia menyadari bahwa barang yang diantarkan sering kali memiliki nilai penting bagi pemiliknya. Sepulang bekerja, Ia masih menyempatkan diri membantu keluarga, beristirahat secukupnya, lalu mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitas esok hari. Meskipun pekerjaannya penuh tantangan, Ia tetap menjalaninya dengan semangat dan rasa syukur, karena profesi tersebut menjadi jalan untuk menghidupi keluarga sekaligus mengejar impian yang lebih besar.
            Seiring menjalani rutinitas, Rohman juga tetap memiliki mimpi dan harapan. Ia juga memiliki mimpi untuk dapat menempuh di perguruan tinggi. Dewasa ini, beberapa pekerjaan membutuhkan kualifikasi lulusan perguruan tinggi. Dalam keterbatasan, Ia ingin meng-upgrade pengetahuannya. Dengan bekal pengetahuan yang dimiliki akan membantu pekerjaannya dimasa depan.
      Rohman mengambil keputusan yang besar dalam hidupnya. Ditengah-tengan kesibukannya sebagai kurir, Ia mendaftar di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Setiap hari, Rohman menjalani dua peran yang sama-sama menuntut tanggung jawab besar: sebagai kurir paket dan sebagai mahasiswa. Sejak pagi, ia berkeliling mengantarkan puluhan paket ke berbagai penjuru desa, menembus panas, hujan, dan kemacetan demi memastikan setiap kiriman sampai tepat waktu. Di sela-sela kesibukan tersebut, ia tetap berusaha mengikuti perkuliahan, baik dengan menghadiri kelas secara langsung maupun mengikuti pembelajaran daring. Tak jarang, waktu istirahatnya digunakan untuk mengerjakan tugas, membaca materi kuliah, atau berdiskusi dengan teman sekelas. Meski tubuhnya sering kali lelah setelah seharian bekerja, semangatnya untuk menyelesaikan pendidikan tidak pernah surut. Baginya, setiap paket yang berhasil diantarkan bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga langkah kecil yang membawanya semakin dekat dengan cita-cita meraih gelar sarjana dan mengubah masa depan keluarganya.
                Rohman menjalani dua peran bukanlah waktu yang sebentar. Ia menempuh pendidikan selama 8 semester atau 4 tahun. Perjalanan panjang ini tentu menemukan banyak rintangan. Motivasi yang naik dan turun. Air mata yang mengalir tak lagi bisa terhitung. Terkadang, air mata itu juga tak sengaja mengalir saat pergi ke pemakaman Ibunya. Seakan bercerita dalam diam hingga semakin air mata mengalir. Proses panjang yang dilalui mendidiknya menjadi sosok yang kuat dan tidak mudah menyerah. Akhirnya, Ia menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan gelar Sarjana Hukum Ekonomi Syariah.