BLOG DALAM PERBAIKAN

MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANANNYA KARENA BLOG DALAM PROSES PERBAIKKAN SEHINGGA BEBERAPA POSTINGAN HIDEN

16 Sep 2017

Explore Bali

            Bali, ketika mendengar kata tersebut maka apa yang terbayang dipikiranmu? Bali menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi saat wisatawan asing datang ke Indonesia. Wajar jika Bali menjadi salah satu list kunjungan bagi wisatawan asing di Indonesia karena Bali memiliki tempat wisata yang sangat menarik. Dan begitu pula denganku. Aku memilih Bali menjadi salah satu kunjunganku selama studi di tanah Jawa. Akupun mulai membuat perencanaan keberangkatan. Awalnya, Aku akan berkunjung pada pergantian tahun 2016 menuju tahun 2017 namun Aku membatalkan semua akomodasi yang telah dipesan karena beberapa hal. Pada awal september, akhirnya Aku berkesempatan melihat Bali secara langsung tak hanya lagi di layar kaca. 

                 Apa saja yang perlu dipersiapkan saat datang ke Bali? Sebelum berangkat ke Bali, ada beberapa hal yang perlu di persiapkan. Pertama, mempersiapkan budget yang cukup baik untuk akomodasi maupun untuk tiket masuk wisata karena ada beberapa biaya tak terduga. Kedua, membuat list kunjungan. Usahakan, kamu membaca beberapa referensi melalui beberapa sumber baik internet maupun bertanya ke teman. Selain itu, informasi dapat diperoleh dari peta destinasi wisata di Bali. Buat pemetaan kunjungan yang baik karena jarak destinasi wisata antara satu destinasi dan lainnya cukup jauh. Ketiga, persiapkan informasi transportasi yang bisa digunakan saat ke Bali dan dari Bali serta di Bali. Transportasi saat menuju ke Bali, dapat menggunakan jalur darat dan udara. Saat berada di Bali, ada beberapa transportasi yang dapat digunakan  yaitu rental motor, Trans Sarbagita, Go-Jek (Gobike, Gocar) dan Grab. Keempat, persiapkan kebutuhan pribadi. Barang bawaan tidak perlu terlalu banyak sesuaikan kebutuhan. Jika kunjungan hanya 2 sampai 3 hari, tas ransel dapat men-cover semuanya. Kelima, download semua aplikasi pendukung seperti gojek, grab, pegipegi.com, traveloka. Hal ini sangat membantu saat mengalami kesulitan mencari kendaraan umum dan penginapan terdekat.
              Wisata apa saja yang dapat dikunjungi saat berada di Bali? Saat berkunjung ke Bali, ada beberapa destinasi yang dapat dikunjungi meliputi Sanur Beach, Kuta Beach, Pandawa Beach, Tanah Lot, Gunung Batur, Bedugul, Batur Lake, Nusa Penida, Pura Uludanu, Ubud. Dalam waktu dua hari, Aku mengunjungi beberapa destinasi. 

1. Sanur Beach
    Setelah satu malam perjalanan Malang-Bali, Aku tiba di Bali sekitar pukul 08.00 WITA. Biaya perjalanan Malang-Bali sekitar Rp 220.000,00 per seat untuk sekali perjalanan. Biaya tersebut mencakup makan malam, snack, biaya penyeberangan (Kapal Very), Wifi dan Charger HP. Informasi terkait travel dapat diperoleh melalui internet. 
      Sanur Beach menjadi destinasi pertama saat berkunjung di Bali. Sanur Beach terletak di Denpasar. Berdasarkan rekomendasi teman, maka Aku memilih menikmati Sanur Beach dipagi hari. Benar-benar memiliki pemandangan yang sangat indah. Intensitas cahayanya cukup mendukung saat ingin mengabadikan dalam sebuah lensa. Tidak dikenakan biaya saat masuk destinasi ini. Selain menikmati pantai yang indah, Kamu juga dapat menyewa sepeda untuk berjalan-jalan. Tarif penyewaan sepeda cukup terjangkau sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per jam. Ombaknya yang tenang membuat kamu bisa mandi di Pantai ini. Jangan khawatir, ada tempat pemandian umum yang dapat digunakan setelah mandi di pantai. Tarif kamar mandi cukup terjangkau yaitu Rp 3000,00 sampai Rp. 4. 000,00. Selain pantai, Sanur Beach juga memiliki pemandangan menarik yaitu pemandangan sederet cafe di pinggir pantai. 



 2. Kuta Beach
     Kuta Beach merupakan destinasi kedua kunjunganku. Letaknya cukup jauh dari Denpasar. Di lihat di peta, Kuta Beach lebih ke arah selatan. Dari Sanur, kamu bisa menuju halte Trans Sarbagita yang tujuannya ke Central Kuta. Biaya sekali perjalanan Trans Sarbagita Rp 3.500.00. Setelah turun di Central Kuta, Kamu dapat menggunakan transportasi online seperti Gocar.
     Untuk masuk ke kawasan Kuta Beach, kamu tidak dikenakan tiket masuk. Kalau berkunjung di siang hari, siap-siap pakai sunblok ya karena cukup membuat kulit menjadi eksotis.

 3. Pandawa Beach
        Pandawa Beach menjadi salah satu destinasi yang cukup hits dikalangan pengguna sosial media seperti instagram. Akupun tertarik untuk berkunjung destinasi ini. Pemandangan pantai yang indah dapat Ku nikmati dari berbagai sudut. Pantai ini terletak di Desa Kutuh. Untuk masuk ke destinasi ini, pengunjung domestik dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 8.000,00 dan biaya parkir sebesar Rp. 5.000,00.
       Untuk rute perjalan dari Kuta Beach, Aku menggunakan transportasi online untuk menuju halte central Kuta. Kemudian, menggunakan tranportasi umum Trans Sarbagita menuju uluwatu. Dari uluwatu menuju Pandawa Beach, Aku menggunakan Gocar. Saat akan keluar dari Pandawa Beach, akan mengalami kesulitan transportasi. Untuk mencari transportasi online, Aku harus berjalan keluar gerbang Pandawa Beach hingga 1,5 km.
4. Taman Rama Shinta
     Taman Rama Shinta merupakan sebuah taman yang terletak diperempatan di Mengwi.Awalnya Aku tak berencana kesini namun saat akan menuju terminal Bus Mengwi, Aku melewati taman ini. Akupun mengabadikan beberapa foto hingga pada akhirnya melanjutkan perjalanan.

5. Ubud
    Ubud merupakan destinasi wisata kunjungan yang terakhir Ku kunjungi. Kami menelusuri perjalanan sepanjang hingga kami lelah. Kami menemukan beberapa spot foto. Salah satu wisata di Ubud yang kami kunjungi ialah Bali Ubud Monkey Forest.
      Demikian perjalananku selama 2 hari di Bali. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi pembaca dalam memilih destinasi yang di kunjungi. Bali, Ku tahu 2 hari bukanlah waktu yang cukup bagiku tuk mengenalmu. Aku akan akan mengenalmu pada lain kesempatan nanti. Aku tahu banyak cerita yang belum ku tahu.
      

11 Jan 2017

Wisata Alam Kalibiru

Hi teman-teman,
Liburan semester kali ini, Aku isi dengan beberapa kegiatan. Salah satunya ialah mengunjungi destinasi yang sedang populer di media sosial (Instagram). Aku sangat menyadari peran sosial media dalam mempromosikan wisata sangatlah pesat. Aku memilih Yogyakarta sebagai Kota yang Aku kunjungi liburan ini.
 
          Aku memilih Yogyakarta karena tidak terlalu jauh dari tempatku kuliah sehingga tidak membutuhkan biaya yang mahal. Biasanya, Aku menggunakan transportasi Kereta Api Indonesia. Status sebagai mahasiswa maka memilih harga tiketpun harus disesuaikan. Malioboro Ekspress dengan harga tiket Kereta Api Malang-Yogyakarta sekitar Rp. 140.000,00. Selain itu, Aku sangat rindu dengan Kota Yogyakarta. Pada tahun 2016, Aku sempat tinggal di Kota ini selama 3 bulan. Kerinduan akan momen indah bersama sahabat dan destinasi wisata yang indah serta kulinernya. 
           Dalam kunjunganku kali ini, Aku memilih beberapa destinasi wisata yang ada di Yogyakarta. Salah satunya ialah Kalibiru. Kalibiru merupakan salah satu wisata alam yang sangat menarik dan memiliki wahana bermain yang menguji adrenalin. Letak destinasi ini pada dataran tinggi sehingga kita akan dimanjakan dengan hijaunya pepohonan. Selain pepohonan, juga akan terlihat kali (sungai). Akupun tak bisa menyebutkannya, apakah teluk atau danau. Gambarannya seperti yang terlihat pada beberapa dokumentasi ku.
         Untuk menuju lokasi ini, Kamu dapat menggunakan kendaraan bermotor atau mobil. Waktu tempuh dari Kota di perlukan 60 menit sampai dengan 90 menit. Bagi yang tidak mengetahui rutenya bisa menggunakan bantuan Google Map. Seperti Aku dan teman-temanku yang menggunakan Google Map. 
             


Tiket masuk destinasi ini cukup terjangkau. Kamu cukup membayar parkir Rp 2.000,00 dan tiket masuk Rp 5.000,00. Tiket ini tidak termasuk tiket outbond, spot foto dan foto. 



10 Jan 2017

Ceritaku : 99 Kisah Inspirasi Bidikmisi

              Menjelang hari petang, Aku membaca postingan rekanku di grup Whatsapp. Postingan tersebut terkait Lomba Karya Kisah Inspiratif. Permadani Diksi Nasional bersama Kemenristekdikti mempersembahkan Lomba Karya Kisah Inspiratif bagi mahasiswa Bidik Misi maupun alumni mahasiswa Bidik Misi Tingkat Nasional. Hasil lomba tersebut dikumpulkan menjadi sebuah buku antologi yang akan diberikan melalui Menristekdikti kepada Presiden Ir. Joko Widodo pada acara HAKTEKNAS-21 tanggal 9-12 Agustus 2016 di Solo, Jawa Tengah. 
              Hari itu, Aku merasa bimbang diantara ikut berpartisipasi atau tidak. Berbagai pertimbangan muncul karena waktu yang tersedia cukup singkat. Namun sebagai alumni, Aku ingin berpartisipasi. Mengenai diterima atau tidak ceritaku, itu urusan akhir. Akupun mulai mengerjakan setelah sholat Maghrib. Aku mengerjakannya seakan kejar tayang karena esok pukul 15.00 WIB telah di tutup sehingga waktuku kurang dari 24 jam menuju deadline. Akupun menyelesaikan ceritaku disela-sela membantu orang tua. Dengan tekat berpartisipasi, Aku mampu menyelesaikan pada pukul 11.00 WIB. Sebelum menunaikan sholat Jum'at, Aku mengirim karya kepanitia.
          Usai mengirim, Aku hanya berdo'a bahwa karyaku tak indah namun itulah ceritaku. Aku berharap dapat memberikan inspirasi kepada orang lain meskipun Aku tahu kisahku tak sebanding dengan penulis lainnya. Beberapa minggu kemudian, Akupun mendapat kabar bahwa karyaku masuk 99 kisah inspiratif yang diterbitkan. Senang rasanya dapat berbagi kepada pembaca.

Buku tersebut juga akan diberikan sebagai cindera mata kepada seluruh peserta Hakteknas yang terdiri dari ratusan mahsiswa penerima Bidikmisi dari Sabang hingga Merauke. Setelah melalui tahap seleksi yang cukup ketat, lebih dari 300 karya yang masuk pada akhirnya terpilih 99 kisah yang akan dibukukan. Lomba kepenulisan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia itu menghasilkan sebuah antologi buku yang berjudul “Para Pembidik Mimpi: 99 Kisah Penerima Bidikmisi Berprestasi”.

Beberapa minggu kemudian, Aku mendapatkan 1 eksempler buku tersebut. Rasa syukur atas izinnya menjadi 1 dari 99 mahasiswa/alumni yang dimuat cerita inspirainya. Disela-sela waktuku, Aku menyempatkan membaca satu per satu cerita dari 98 kisah inspirasi lainnya. Sesekali, airmataku menetes karena benar-benar terharu atas kisah-kisah inspirasi tersebut. Sungguh perjuanganku belum seberapa dibandingkan yang lain dan sungguh pencapaianku belum seberapa dibandingkan yang lain.

9 Jan 2017

Liburanku di Kampung Inggris

       Kampung Inggris, namanya tak asing lagi bagi kalangan mahasiswa/i di Indonesia. Salah satunya ialah Aku. Bukan karena membaca berita online maupun menonton di layar kaca namun gaungnya terdengar dari  rekan-rekanku.  Saat libur kuliah atau pasca lulus sarjana, mereka belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris. Setiap ada rekanku yang baru pulang dari kampung Inggris, Aku mencoba bertanya-tanya mengenai kampung Inggris. Setiap kali mereka berbagi cerita, ada rasa yang terbesit dalam hati," Kapankah saya bisa belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris? "Pertanyaan itu seakan-akan hanya menghibur lara yang tak kunjung terobati. Karena membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk belajar di Kampung Inggris. Apalagi Aku yang berasal dari Sumatra, sekali flight butuh biaya yang cukup besar. 

              Pasca wisuda, Akupun berencana melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Biaya S2 yang cukup menguras saku membuatku menunda sejenak. Akupun mencoba membaca beberapa website beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Ada satu persyaratan yang sangat memberatkan bagiku. Apakah itu? Toefl/ Eilts. Syarat tersebut benar-benar membuatku membungkus rapi impian. Akupun mencoba mengikuti tes Toefl ITP, namun hasilnya belum mencapai target yang telah ditentukan. Akupun mencoba  belajar mandiri menggunakan buku yang dibeli di salah satu book shop. Aku mencoba memahami materi demi materi, namun saat mencoba mengerjakan soal-soalnya Aku tak sabar saat melihat hasil akhirnya. Sering kali buku tersebut menangis saat Ku pukul dengan keras dengan telapak tanganku. Imajinasiku melambung tanpa batas, Andai saja Aku punya uang banyak pasti Aku bisa belajar ke Kampung Inggris.
            Suatu hari, Allah SWT memberikanku kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang master dan kampus pilihanku tak jauh dari Kampung Inggris. Ayah...Ibu...”Kalau liburan semester ganjil, Dedek gak pulang y? .”Kenapa ?”tanya Ibu. Akupun menjelaskan,”Bu, Dedekkan dari dulu ingin sekali belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris. Kebetulan kampung Inggris itu gak jauh dari tempat Dedek kuliah, 2 sampai 3 jam perjalanan”. Ayah dan Ibupun memberikan izin.
                Tibalah hari dimana ujian semester ganjil telah rampung. Akupun mulai membaca beberapa referensi mengenai program dan course yang ada di kampung Inggris. Selain itu, Aku juga meminta rekomendasi dari teman-temanku. Akupun mencoba menghubungi beberapa course untuk menanyakan program yang ada pada periode 25 Desember. Akupun mendapatkan beberapa informasi hingga akhirnya memilih satu paket yang ada dalam sebuah course yang sesuai tujuanku yaitu improve speaking skills. Beberapa hari kemudian, Aku berangkat ke Kediri menggunakan Bus. Sebelumnya Aku berencana menggunakan travel namun semua travel full pada waktu itu karena keberangkatanku berbarengan dengan liburan sekolah.
           Aku memilih sebuah paket  yang di dalamnya terdapat 7 program. Program tersebut terbagi menjadi 2 bagian yaitu program di kelas dan di camp. Program yang Aku ambil untuk di kelas meliputi Zip-Zip, Pronoun ½, Tic-Talk dan Speak Up 1. Sedangkan, program di Camp meliputi Morning class, Diary Up dan Evening Class. Kegiatan yang harus di ikuti juga sangat padat. Selain itu, camp memiliki peraturan yaitu English area. Peraturan tersebut sangat baik karena dapat menjadi wadah dalam practices. Bagi members yang ketahuan menggunakan selain bahasa Inggris mendapat point. Point tersebut dapat ditukar dengan hukuman yang membuat kita semakin belajar yaitu vocabulary. Tetapi bukan hanya vocabulary saja, kalau sudah dapat 3 point and so on akan mendapat hukuman yang lebih seru. Selama 2 minggu, I got 1 point.
            Aktifitasku yang cukup padat membuatku harus bisa mengatur waktu istirahat. Kegiatan dimulai dari pukul 05.00 WIB dan hingga 19.30 WIB. Terdapat beberapa break yang digunakan berbagai aktifitas lain dan istirahat. Aku mengikuti 4 Program di kelas dengan masing-masing program 90 menit. Belajar di kelas sangat menarik karena tutor yang mengajar sangat friendly dan memiliki banyak srategi dalam mengajar. Beberapa materi juga baru Aku ketahui sehingga sangat tepat dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
              Selain belajar di kelas, Aku juga belajar di camp dengan tutor yang akrab dipanggil Bro Uu. Saat pagi hari, Aku mengikuti morning class. Pada program ini, Aku bersama teman dan tutor membahas beberapa hal meliputi vocabulary yang berkaitan dengan topik, idiom, chit-chat dan topic yang akan ditulis dalam diary up. Kemudian, sore hari kami menulis diary up dan diperiksa oleh tutor. Sedangkan pada evening class, tutornya selalu berganti dan memiliki topic yang berbeda-beda.

            Selain belajar, Aku juga bisa menambah teman di Kampung Inggris. Mereka yang hadir dari berbagai pulau di Indonesia. Seperti halnya teman campku, mereka hadir dari berbagai Provinsi. Ada dari Sumatra Utara ( Yasir & Saiful), ada juga dari Kalimantan ( Novar), juga ada dari Makassar ( Fadly, Fauzi dan Mul) serta dari Jakarta (David). Sedangkan Aku sendiri berasal dari Jambi yang sedang menempuh pendidikan di Malang. Aku menemukan banyak cerita dari mereka. Meskipun kita berasal dari berbagai Kota, kita bisa seru-seruan. Setiap pribadi memiliki keunikkan masing-masing. Unik bukan berarti aneh tetapi memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Bagiku, seumur hiduppun Aku belum tahu apakah bisa menjelajah penjuru Indonesia. Disini, Aku bisa saling berbagi cerita yang menarik. Rasa kekeluargaan di Camp sangat terasa karena aktivitas kami sering bersama-sama. Campku berisi 8 orang dengan masing-masing kamar 2 orang. Siapakah roommate ku kali ini?                     Seperti yang Ku haturkan dalam do'aku,"Ya Allah SWT, pertemukanlah Aku dengan orang-orang yang baik". Roommate ku kali ini memberikan pesan yang baik bagiku. Mungkin ini cara Allah SWT mengingatkanku dengan mempertemukan orang yang dapat memberikan contoh. Roommate kali ini lebih dewasa dariku sehingga pada awal-awalnya Aku sering memanggilnya "Pak". Ia pun meminta untuk dipanggil "Bang" atau "Mas". Karena lupa atau bagaimana, Aku sering salah panggil sehingga Ku memanggil " Om" atau "uncle". Ada hal membuatku penasaran satu minggu awal dari roommate ini. Dan setelah satu minggu Aku baru tahun Who you are. Dalam hati berkata,"Great". Dan, dalam hati memendam rasa syukur bisa satu ruang dengannya. Sedikit banyak, Aku mendapatkan ilmu dari pengalamannya. Selain itu, Aku bisa belajar habit baik yang Ia miliki. Meskipun, habit ini sudah dibiasakan oleh roommateku saat tinggal di Kota Pelajar. Rasanya terhapus oleh kesibukan habit itu dan ini Allah SWT pertemukan untuk mengingatkan kembali. Tak sepenuhnya ilmu bersumber dari Buku tetapi pengalaman baik atau buruk adalah ilmu. Tak sepenuhnya ilmu diajarkan oleh guru tetapi juga bisa melalui teman.
           Meskipun hanya 2 minggu, Aku dan mereka seperti  keluarga. Candanya yang ku rindu, apalagi bicara Powder. Selain itu, juga keseruan saat mencari makan baik breakfast, lunch atau dinner. Apa lagi waktu tahun baru yang cukup membutuhkan kesabaran saat menyalakan bara api. Semua indah saat hidangan telah siap, apalagi yang meracik bumbumnya ialah Chef ternama dari hotel yang terkenal. Dia adalah 'David'. Dimalam terakhir di Kampung Inggris, Kami ngobrol di salah satu coffe shop. Meskipun hari itu cukup lelah setelah tampil drama, Aku harus tetap tersenyum. Keseruan kita berlanjut keesokkan harinya di Tansu. Tansu merupakan makanan baru bagiku karena baru ketemu untuk pertama kalinya. Akupun menikmatinya dibalik canda dan angin semilir yang berhembus. Hari itu juga menjadi hari perpisahan kami bersama tutor camp kami. Terima kasih brother Uu atas semua ilmunya. Kampung Inggris, Kau mengukir kenangan Indah dan Aku akan kembali untuk mengukir keindahan itu kembali. See You on Top... 

29 Agt 2016

Persiapan Keberangkatan (PK) 74 Rajawali Guinandra


       Detik-detik akhir mengikuti Program Pengayaan Bahasa di Universitas Negeri Yogyakarta, Aku memperoleh pemetaan Persiapan Keberangkatan Angkatan 74. Akupun mulai membuat akun telegram menggunakan PC karena Hpku tidak mendukung kala itu. Dengan kesibukan Program Pengayaan Bahasa, Aku berusaha tetap aktif mengumpulkan tugas dengan tepat waktu dan muncul di chatt grup milis maupun telegram sesekali.
      Persiapan Keberangakatan ialah sebuah program yang harus diikuti oleh seluruh penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP sebelum menempuh studi. Kegiatan ini berlangsung selama 6 hari. Dalam satu angkatan terdiri atas 130 peserta. 130 peserta tersebut merupakan penerima beasiswa yang akan melanjutkan magister dalam/ luar negeri dan doktor dalam/ luar negeri serta spesialis. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan penerima beasiswa sehingga terjalin silaturahmi sesama penerima beasiswa. Selain itu, peserta akan lebih mengenal LPDP baik mengenai sejarah, visi, misi, direksi, peraturan penerima beasiswa, mekanisme pencairan dana dan lain-lain. Peserta juga bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang sangat menginspirasi.
       Rasa syukur dapat mengikuti program ini, karena program ini sangat berbeda dengan program-program lain. Aku dipertemukan dengan orang-orang hebat yang sangat menginspirasi. Mereka berasal dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Maluku dan Papua. Mereka hadir dari latar belakang yang berbeda-beda yaitu pendidikan, sains, teknik, ilmu sosial, hukum, akutansi dan keuangan, budaya, seni, bahasa, kedokteran dan kesehatan. Mereka akan melanjutkan pendidikan magister, doktoral dan dokter spesialis di beberapa wilayah yang berbeda meliputi AS, Yordania, Belanda, Jerman, Prancis, Swiss, Inggris, Australia, Indonesia, Jepang dan Selandia Baru. Program ini memiliki cara berbeda dalam menanamkan nilai-nilai dan budaya LPDP. Kami mendapatkan materi dari beberapa narasumber yang menjelaskan nilai Intergritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan dan kesempurnaan. Nilai-nilai dan budaya tersebut sangat Ku ingat karena jika lupa maka siap-siap nilaiku jatuh bebas saat post-test. Kami harus memahami peraturan yang diterapkan selama acara jika tidak ingin terkena pelanggaran.
       Saat mentari belum menampakkan sinarnya, Kami telah meramaikan wisma hijau dengan nada Class Call. Kami telah siap presensi smile di kelompok masing-masing dan mengikuti test serta dilanjutkan dengan integrity sport. Kedisiplinan sangat dituntut karena tidak ada toleransi meskipun hanya terlambat beberapa detik. Peserta juga dituntut untuk menunjukkan sikap integritas. Saat peserta melakukan pelanggaran maka segera mengisi form pelanggaran. Hal yang membuat acara ini berbeda adalah saat mendengarkan pemateri, peserta tidak boleh tertidur. Dengan kondisi kurang tidur, mata seakan ingin terpecam saat mendengarkan pemateri. Apalagi pemateri yang tidak mengajak peserta bermain games, maka hanya hitungan menit mata dapat bertahan. Beragam carapun dilakukan oleh peserta dari minus air mineral, makan permen, cuci muka di toilet hingga mengoleskan freshcare di bawah mata. Salah satu sudut yang sering dipandang oleh peserta ialah kotak kartu toilet. Karena untuk ke toilet harus membawa kartu tersebut, namun kartu hanya tersedia 3 buah dan sering kali terkantongi oleh peserta sehingga hanya tersisa satu. Setiap kali ada yang kembali dari toilet, sudah ada peserta yang menunggu di depan pintu untuk meminjam kartu tersebut. Hal lain yang menarik ialah saat melihat peserta menangis. Kenapa menangis? Ternyata freshcare yang diolehkan dekat mata terkena mata sehingga matanya terasa pedih.
         Enam hari berlalu dengan kenangan yang indah bersama 130 peserta. Kamipun harus kembali ke  kampus bagi yang telah kuliah, ke kampung bagi yang sedang bersiap-siap untuk berangkat dan ada pula yang langsung berangkat ke luar negeri . Rasa sedih saat berpisah dengan sahabat-sahabat hebat sungguh terasa. Bagaimana tidak, disaat mulai mengenal sahabat baru dan berbagi pengalaman, disaat itu kami harus dipisahkan. Selamat belajar di kampus pilihannya masing-masing. Cepat selesai dan Cepat kembali. Kita telah berjanji, kembali untuk membangun Negeri ini. Kami dipertemukan untuk dipisahkan dan Kami akan dipertemukan di puncak kesuksesan kelak. See You on Top. Rajawali Guinandra...Salam Satu Asa...Satu Jiwa Raga

(Menyelesaikan Daily Report)



(Upacara Bendera 17 Agustus 2016)

(Kelompok Celepuk Siau dan PIC PK)

(Institutional Visit-Kandank Jurank Doank)

(QC)
(Dekorasi Closing)

(Closing)

(Closing)

(Closing)


(41 peserta yang mendapat sertifikat)
 

(Closing)

28 Jul 2016

3 Bulan di Kota Istimewa Telah Berlalu, namun Terkenang Selamanya

Hi...
            Dalam kesempatan kali ini, Aku akan berbagi cerita kepada seluruh pembaca. Bahasa yang akan Aku gunakan sedikit santai. Cerita yang akan Aku bagikan kepada pembaca merupakan pengalamanku pribadi selama tiga bulan di Kota Istimewa. Kota ini menjadi salah satu Kota yang akan Aku kunjungi dikala menempuh pendidikan di jenjang Sarjana. Namun, kala itu Aku tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti kompetisi yang dapat menghantarkanku ke Kota ini. Maklum, tiketku berupa undangan mengikuti sebuah kompetisi. Aku akan membagikan cerita disaat belajar di kelas hingga liburan di beberapa destinasi di Kota ini.
Di awali dengan pertemuan Aku dan teman-teman di grup sosial media. Setelah sekian lama bertegur sapa dalam grup sosial media, akhirnya kita dipertemukan dalam sebuah ruang yang istimewa. Awal pertemuan, kita membawa ciri khas masing-masing daerah. Seperti Aku, membawakan khas daerah yaitu Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Meskipun tak banyak yang bisa Aku bagikan, tetapi setidaknya Aku memperkenalkan Jambi dari beberapa sudut. Terkadang sesekali mereka bertanya,”Kamu bisa bahasa jawa?”Ungkapan ini mewarnai saat Ku gunakan bahasa Jawa. Akupun harus menjelaskan bahwa “Aku adalah PUJAKUSUMA (Putra Jawa Kelahiran Sumatra) sehingga sedikit Aku bisa berbicara menggunakan bahasa Jawa". Ragam bahasa khas daerah yang melekat kental seakan menggambarkan asal daerah masing-masing. Tampak diam, sebelum berkenalan. Tampak terpisah-pisah dan menyendiri, sebelum canda itu mewarnai. Kami hadir tak saling mengenal hingga Kami dipertemukan dalam sebuah ruang keluarga yang luar biasa. Sebuah ruang yang tak pernah terbayang diangan, namun dirindu.

             Inspirasi di Sudut Kota Istimewa
            Kota Istimewa ini banyak memberikan pelajaran kepadaku, salah satunya ialah inspirasi yang sangat luar biasa. Kisah-kisah kehidupan yang sangat menginspirasi ini dihadirkan dari berbagai sudut ruang dan waktu. Kehadirannya seakan tidak terduga. Ia hadir dikala Aku terbangun tidur, dikala menikmati hidangan makan malam dan dikala beribadah di Masjid. Kehadirannya sangat menyentuh hati dan membuatku menatap diri ini yang penuh dengan kekhilafan.
            Inspirasi yang hadir dari teman sekamarku. Ia adalah seseorang yang sedikit lebih dewasa dariku. Ia memiliki kepribadian yang baik. Ia sangat disiplin dalam melaksanakan Ibadah. Masih Ku ingat bagaimana Ia membangunkanku untuk beribadah diwaktu sepertiga malam. Masih Ku ingat saat-saat menceritakan beberapa kisah luar biasa. Masih teringat setiap waktu sholat fardu, Ia segera mengajak ke Masjid. Sebelum Ia pergi ke Masjid, Ia sering mendatangi beberapa kamar lain untuk mengingatkan bahwa waktu sholat fardu telah tiba. Kala itu, menjadikan pengarahku dalam disiplin beribadah.
            Inspirasi yang hadir dari rekanku asal Magelang. Ia bernama Mukhanif Yusuf Yasin. “Mas Khanif” sapaan yang sering Aku gunakan. Aku pertama kali mengenalnya melalui grup sosial media yang mempertemukan seluruh Awardee Afirmasi Periode terakhir 2015. Ia sangat aktif pada grup tersebut, tiada hari tanpa chatt beliau di grup tersebut. Suatu hari, Aku membaca chattnya di grup yang menyatakan bahwa Ia tunarungu. Akupun sangat terkejut. Sebelum kedatanganku di Kota Istimewa, Aku bingung untuk menginap setibanya di Kota ini. Aku membaca postingan beliau yang menginformasikan bahwa awardee yang belum mendapat kos bisa menginap di tempat Ia tinggal. Akupun menghubunginya. Akupun pertama kali bertemu dengannya. Ia menyalamiku dan mempersilahkan duduk di sebuah kursi yang telah disediakan. Aku benar-benar terharu dengan sambutan yang diberikan. Ia memberikan wejangan yang sungguh luar biasa.
            Inspirasi tersebut tak terhenti pada pertemuan pertama kami. Hatiku tersentuh saat di dalam kelas. Disetiap pengajar baru yang mengajar, Ia selalu menyampaikan bahwa Ia tunarungu. Aku banyak belajar darinya seperti semangatnya dalam belajar. Kalimat indah yang pernah Aku dengar darinya ialah “Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal”. Ini menjadi penyemangat bahwa setiap pribadi memiliki kelebihan dan kekurangan.
Inspirasi di kala fajar tiba. Pagi itu, hari pertama Aku bersama rekan kos sholat subuh di masjid dekat kos. Aku melihat pemandangan yang menarik dalam perjalanan menuju masjid yaitu seorang anak kecil yang di pegang tangannya dan dituntun ayahnya menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh. Namun, bukan itu yang membuat air mata saya sempat menyalir di sisi mata. Tak lama memasuki masjid, Aku baru mengetahui bahwa Ayahnya tidak dapat melihat. Dalam hatiku berkata,”Ia yang tak mampu melihat indahnya ciptaan-Nya, Ia tekun menjalankan perintah-Nya”. Sejenak Aku bercermin atas peristiwa tersebut.
Inspirasi di kala siang menjelang. Aku bersama dengan rekanku berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat dzuhur. Dari kejauhan Aku melihat ke arah masjid, tiba-tiba mobil mewah itu berhenti di depan masjid. Tak Ku sadari seseorang yang berdiri di depan mobil tersebut dan menyentuh bagian depan mobil. Aku terkejut saat seseorang berlari mengarahkan Ia masuk ke dalam masjid. “Subhanaallah, semoga Ia berada disekitar orang-orang baik yang mau membantu mengarahkan saat Ia salah arah dalam menuju jalan ke masjid”.
Inspirasi di malam itu. Usai melaksanakan sholat ‘Isya, Aku menyalami makmum yang berada di sisi kanan dan kiri. Pada saat Aku mengulurkan tangan ke arah makmum sebeblah kanan, Ia tak memberikan respon sama sekali. Dengan tiba-tiba seseorang disebelahnya mengambil tangannya dan mengarahkan ke uluran tanganku. Begitu banyak inspirasi yang Ku temukan untuk selalu memperbaiki menjadi yang lebih baik.
Inspirasi di rumah makan seafood. Rumah makan seafood adalah salah satu rumah makan yang sering Kami kunjungi saat berburu makan malam. Saat menunggu pesanan, Kami asyik bermain ponsel, tiba-tiba ada 3 orang laki-laki yang berjalan sambil saling memegang pundaknya. Laki-laki paling depan tiba-tiba menabrak salah satu gerobak salah satu penjual makanan. Dengan cepat penjual tersebut mengarahkan mereka menuju meja yang kosong. Dalam hati seakan menangis dan sering malu kepada-Nya karena sering mengeluh. “Nikmat mana lagi yang engkau dustakan”.
Inspirasi berkarya. Di minggu pertama kedatanganku di Kota Istimewa, Aku diajak berjalan-jalan oleh rekanku. Kami berkunjung ke sebuah mall yang menjual souvenir-souvenir yang sangat kreatif. Akupun menemukan souvenir-souvenir cantik yang terbuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana. Kreatifitasnya tak sebatas ditemukan dari souverniryang dihasilkan tetapi juga dapat ditemukan di pertigaan jalan atau perempatan jalan. Aku menemui beberapa musisi yang bermain musik dengan indah.

Classroom      
Ruang istimewa ini dihadir oleh ragam latar belakang pendidikan baik berasal dari bidang pendidikan, bidang sosial, maupun bidang kesehatan. Tak hanya berbeda latar belakang pendidikan, Kami hadir dalam ragam budaya sepanjang Nusantara. Kita dikenal ASEP ( Anak Seribu Pulau), sebuah sebutan dari salah satu awardee yang telah dituakan di dalam kelas ( Sebut saja “Mr.Iyo’”). Kami hadir dari Sabang hingga Merauke “Aceh (Diah), Jambi (Widodo), Padang (Maizul, Fondina, Hamzah), Batang (Afad), Pati (Fitria), Wonosobo(Denny), Bali ( Taufik, Surya), Sumbawa (Nurfitroh, Ilmi), Kupang (Joice), Manado (Katerina, Nancy), Kendari( Supriadi), Kendari ( Sadam, Ainun), Palu (Kamrin), Makassar (Syam), Magelang (Khanif)”.
            Kebersamaan Kami seakan 24 jam. Aktifitas Kami dimulai pukul 07.30 hingga 15.00 WIB dan aktifitas kami berlanjut hingga pukul 17.00 WIB. Aktifitas di kelas berlangsung dari senin hingga sabtu. Masih ingatkan teman-teman saat Mis Emi bertanya Daily? Ada satu aktifitas yang membuat pecah tawa di kelas yaitu telat pulang karena free wifi. Terkadang kebersamaan kita berlanjut dengan belajar kelompok di malam hari. Suasana belajar seakan tak ada sepi, karena selalu ada hal yang membuat perut keras dan sakit. Tawa itu berlanjut diperjalanan menuju kos. Ada kebiasaan buruk yang Aku lakukan bersama rekan satu lorongku. Kami melewati gang yang terdapat anjing di balik pagar. Ketika melewati gang tersebut, Kami berusaha diam dan  tidak mengganggu binatang tersebut. Namun, Kami gagal fokus saat gonggongan itu terdengar keras di balik pagar. Rasa terkejut seakan membuat hal lucu, sehingga Kami tak segera lari tetapi duduk di tempat Kami berdiri dan tertawa terbatuk-batuk. Cerita tersebut seakan berlanjut hingga tiba di kos masing-masing. Kebersamaan Kami berlanjut di grup sosial media. Grup whatsapp yang Kami gunakan seakan tak pernah mati. Pagi, siang hingga larut malam selalu ada yang dibahas. Pembahasan beragam dari yang bercanda hingga serius tingkat dewa.

Excursion      
Ketika minggu tiba, hariku tak hanya diisi untuk berlari di Sunday Morning. Aku bersama teman-teman mendapatkan program excursion dari LPPMP. Disini Kami menghabiskan hari libur di tempat wisata yang dilengkapi beragam permainan yang sangat menarik dan menguji adrenalin. Diwaktu pagi, Kami berkumpul di pelataran LPPMP untuk dipresensi terlebih dahulu. Jika semua peserta telah berkumpul, kami segera masuk ke Bus. Tawa dan canda seakan mewarnai perjalanan kami. Sesekali, Ku tatap dibalik jendela yang sangat indah. Yah...Kota istimewa ini sungguh istimewa hingga membuatku terharu bahagia sejenak.
            Kebun Taman Buah Mangunan adalah sebuah wisata alam yang sangat menarik. Objek utama Taman Buah Mangunan adalah puncaknya yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Di puncak Taman Buah Mangunan pengunjung akan disuguhi oleh pemandangan Pegunungan Sewu yang hijaunya akan menghadirkan kesejukan dimata. Pemandangan itu semakin indah dipadu dengan pemandangan Sungai Oyo yang airnya hijau toska nan bening. Disini, kami bermain beberapa permainan yang sangat menarik. Permainan yang dimulai dari permainan kelompok besar hingga dibagi menjadi 4 kelompok besar. Semua permainan membutuhkan kerjasama antar tim seperti memindahkan kelereng dan jatuh dari ketinggian. Permainan selanjutnya berupa permainan yang menguji adrenaline yaitu  refting, flying fox dan melintasi tali. Usai beristirahat, Kami menuju puncak dengan menggunakan mobil pick-up. Waktu paling pas untuk datang ke puncak Taman Buah Mangunan adalah pada sore hari menjelang senja. Banyak pengunjung yang datang ke puncak Kebun Buah Mangunan pada sore menjelang senja untuk menikmati pemandangan sunset dari atas bukit. Dalam perjalanan pulang, sejenak singgah di hutan pinus.
            Dolandeso Boro "Culture for Nature” adalah tempat wisata minat khusus dengan misi pelestarian lingkungan berdasarkan pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Di lokasi ini kami disajikan beberapa permainan yaitu outbound dewasa dan River Tubing. Pada outbound dewasa terdiri dari permainan tim menggunakan egrang, mengambil bola, memindahkan bola di dalam gelas dan melalui rintangangan di atas kolam. Pada permainan selanjutnya, ada hal menarik yang akan selalu diingat yaitu dikala ada pesertayang tertinggal saat memasuki lorong bawah jembatan. Pemandangan desa yang indah seakan mengingatkan kepada kampung halaman. Bangunan yang memiliki interior tradisional mendukung konsep desa yang sangat menarik. 

Long Weekend
Long weekend adalah waktu yang sangat dinanti untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Istimewa dan sekitarnya. Di bulan kedua berada di Kota Istimewa, Aku mendapat long weekend yang cukup untuk liburan. Akupun berkesempatan berkunjung ke beberapa destinasi dengan teman-temanku.
            Bukit Sikunir merupakan destinasi pertama yang Aku kunjungi bersama rekan-rekanku. Destinasi ini terletak di Dieng. Untuk mendapatkan pemandangan sunrise, Kami harus berangkat sejak dini hari. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, kamipun tiba di pintu masuk. Kami berjalan kaki dan sejenak singgah di masjid untuk melaksanakan sholat subuh. Kemudian Kami berlari untuk menuju puncak Bukit Sikunir. Pengujung yang cukup ramai membuat Kami harus mengantri saat berjalan. Di perjalanan, Aku bersama satu rekanku (Ramis Rauf) mendengar sesuatu. Rekanku berkata kepadaku,”Do you hear something? Aku hanya diam, hingga beberapa meter Aku berkata,”nanti saja bahasnya”. Setelah mengantri, kamipun tiba dipuncak dan menjadi saksi terbaitnya mentari dari puncak sikunir pagi itu.
        Candi Borobudur merupakan salah satu destinasi yang ingin Aku kunjungi sejak duduk di kursi pendidikan dasar. Pesonanya yang menjadikannya salah satu keajaiban di dunia. Akupun berkesempatan bersama teman sekelasku yaitu Surya, Katerina, Nancy,Ainun, Sadam,M. Nurfietroh. Keberuntungan berpihak pada kami karena kami tiba tepat waktu dan disambut oleh terik sinar mentari. Wisata ini sangat menarik dan memberikan banyak pengetahuan. Sambil menikmati keindahan pemandangan disekitar candi, Kami juga mengamati ukiran-ukiran yang ada di dinding dan penyusunan batu pada lantai. Begitu banyak tanda tanya yang muncul dibenakku, namun Aku bingung ingin bertanya kepada siapa.  
            Bukit Rhema merupakan salah satu bangunan yang dikenal masyarakat melalui sebuah film layar lebar yang sempat mewarnai bioskop di seluruh Indonesia. Film tersebut ialah AADC 2. Film yang rilis kembali setelah 18 tahun yang lalu ini sangat laris dan menjadi trending topic. Tak luput pula dari perbincangan dikelas, sehingga Kamipun mencoba mengunjungi salah lokasi pengambilan gambarnya. Bukit Rhema terletak tak jauh dari candi Borobudur. Bangunan yang didirikan di puncak bukit ini memiliki bentuk yang unik. Bentuknya seperti ayam sehingga sering disebut gereja ayam.Bangunan ini terlihat sangat tua dan merupakan rumah do’a. Pada bagian mahkota Ayam, kita bisa melihat luar hamparan pemandangan yang sangat indah. 

            Kota Istimewa ini memiliki banyak destinasi yang dapat dikunjungi. Akupun berkesempatan mengunjungi beberapa destinasi lain yang belum diceritakan. Fasilitas  transportasi yang sangat mendukung, membuat pengujung tak lagi kesulitan untuk mengunjungi berbagai destinasi tersebut. Jogja Istimewa

9 Mar 2016

PANDUAN PENYELENGGARAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH




        Karya Tulis Ilmiah bukan hal asing bagi kalangan siswa dan mahasiswa. Hal ini dikarenakan bagi sebagian siswa dan mahasiswa, karya tulis ilmiah merupakan wadah untuk mengekspresikan ide yang dimiliki dan didukung oleh data yang relevan. Karya Ilmiah juga menjadi sebuah tiket untuk bertemu orang-orang besar dan dan bertemu para pencipta karya luar biasa. 
      Karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan sesuai menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Haryanto, 2000). Karya Tulis Ilmiah merupakan salah satu kompetisi yang sering diselenggarakan oleh beberapa instansi seperti Perguruan Tinggi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Balitbangda, Perbankan, dan lain-lain. Ruang lingkupnya pun bervariasi baik tingkat Provinsi, Nasional bahkan Internasional. Ada beberapa tahap dalam menyelenggarakan kompetisi yang satu ini.

A.   TAHAP AWAL
Tahap awal merupakan langkah awal yang harus dipersiapkan sebelum mempublikasi kompetisi. Adapun persiapan tersebut sebagai berikut :

1.      Panduan Karya Tulis Ilmiah
Panduan Karya Tulis Ilmiah terdiri atas beberapa bagian meliputi Syarat dan Ketentuan Umum, Waktu Pelaksanaan, Mekanisme Pelaksanaan, dan Hadiah.
Contoh panduan dapat dilihat disini.

2.     Pamplet/ Brosur
Pamplet/ Brosur berisi beberapa informasi singkat mengenai lomba dan kontak panitia penyelenggara. Pamplet/ Brosur dapat dipublikasikan melalui sosial media dan mading di Kampus maupun di luar Kampus.
3.      Melakukan Koordinasi
Divisi LKTI tidak dapat mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Divisi LKTI harus bekerjasama dengan semua divisi yang ada untuk menyukseskan kegiatan. Adapun beberapa divisi tersebut sebagai berikut.

a)      Divisi Acara
Divisi LKTI mengkoordinasikan kepada Divisi Acara mengenai penjadwalan persentasi, seminar dan Field Trip.

b)      Divisi HumPubDekdok
Bentuk koordinasi berkaitan dengan publikasi lomba melalui media sosial, website, brosur dan lain-lain. Selain publikasi, bentuk kerjasama juga berupa dokumentasi selama kegiatan berlangsung dan berkaitan dengan sponsorship.

c)      Divisi Perlengkapan
Bentuk koordinasi dengan divisi perlengkapan berupa persiapan penginapan, perlengkapan saat persentasi (Ruang, Infokus, layar, Meja, Kursi, Sound System) dan lain-lain.

d)     Divisi Kestari
Bentuk koordinasi dengan divisi kestari berupa cetak pamplet/ brosur, Sertifikat Finalis dan Juri, serta surat-menyurat. Surat-surat tersebut meliputi surat undangan peserta, surat permohonan sebagai juri, proposal kegiatan (jika finalis memerlukan).

e)      Divisi Konsumsi
Bentuk koordinasi dengan divisi konsumsi berkaitan dengan konsumsi peserta meliputi makan berat, makanan ringan dan festival kuliner.

f)       LO
Bentuk koordinasi dengan divisi LO berupa informasi umum mengenai kegiatan dan mendampingi peserta selama kegiatan.

g)      Transportasi
Bentuk koordinasi dengan divisi transportasi berkaitan dengan transportasi peserta dengan beberapa rute meliputi : Bandara-Penginapan, Terminal Bus-Penginapan, Stasiun-Penginapan, Penginapan-Kampus/ tempat penyelenggaraan, Penginapan-Field Trip.

4.       Juri
Dalam persiapan awal juga  telah memilih beberapa juri yang dilibatkan dan mulai menghubungi serta mengkonfirmasi. Juri diberikan informasi seputar mekanisme lomba. Biasanya juri terdiri atas 3 orang yang berpengalaman dalam dunia karya ilmiah maupun teknologi.


5.       Pusat Informasi
       Mempersiapkan beberapa pusat informasi yang dapat ditujuh seperti nomor handphone, sosial media dan email. Dan selalu melakukan pengecekan berkala. Dengan demikian, peserta dapat bertanya dengan mudah.


6.      Jadwal Kegiatan
      Jadwal kegiatan berisi susunan kegiatan, waktu dan tempat pelaksanaan. Untuk LKTI terdiri atas 2 jadwal. (a) Jadwal publikasi informasi hingga pengumuman lomba, (b) Jadwal kegiatan selama proses final.
B.    TAHAP PENYELEKSIAN

Pada tahap ini, panitia akan memulai kerja yang ekstra. Panitia akan menerima berkas baik melalui email maupun melalui jasa pengiriman. Mulailah merapikan berkas yang masuk dan mencocokkan data yang masuk melalui email, hardcopy dan sms konfirmasi. Selalu merapikan rekapitulasi data yang masuk. Berkas-berkas yang telah diterima segera memberikan kepada juri. Hal ini agar tidak tertumpuk di panitia maupun di juri. Merekapitulasi nilai dari juri dan memilih 10 atau 15 (*10 atau 15 tim bukan menjadi jumlah mutlak, jumlah peserta dapat disesuaikan oeh penyelenggara sesuai ketentuan) tertinggi untuk diundang mengikuti tahap selanjutnya. Selain itu, Divisi juga mengarahkan tanggungjawab LO dalam mendampingi finalis.
C.    TAHAP PENGUMUMAN

Pengumuman dapat dilakukan melalui beberapa cara meliputi website, twitter dan Facebook. Setelah mempublikasi hasil, panitia dapat mengirim keseluruh peserta dan menelpon semua tim yang masuk ke tahap selanjutnya. Selanjutnya masing-masing LO akan menghubungi tim yang akan didampingi. Selain mengkonfirmasi kehadiran peserta pada tahap ini, divisi LKTI juga harus mengkonfirmasi kehadiran juri pada saat final.

D.   TAHAP FINAL
1)      Kedatangan
    Pada tahap ini panitia akan menyambut peserta. Divisi LKTI selalu mengkoordinir kehadiran peserta melalui LO maupun secara langsung. Selanjutnya melakukan koordinasi ke LO, Transportasi dan Perlengkapan mengenai kedatangan peserta baik di bandara, stasiun, terminal maupun langsung ke penginapan. Selalu ada divisi konsumsi dan LKTI yang siap menyambut peserta di penginapan.
2)   Technical Meeting
         Technical Meeting merupakan silaturahmi panitia terhadap seluruh finalis dan dilanjutkan dengan pengarahan seputar kegiatan saat final. Biasanya diawali dengan perkenalan seluruh delegasi dan panitia. 
3)   Persentasi
          Persentasi dilakukan satu per satu tim. Tim yang melakukan persentasi diacak. Pengacakan dapat dilakukan dengan membuat kertas kecil yang ditulis nama tim dan digulung sesuai jumlah tim. Untuk persentasi pertama, kertas diambil oleh juri. sedangkan persentasi selanjutnya diambil oleh tim yang mempresentasikan karya sebelumnya. Masing-masing tim memiliki waktu untuk melakukan persentasi selama 15 menit (10 menit persentasi dan 5 menit tanya-jawab bersama juri).
4)     Field Trip
       Field Trip merupakan salah satu bagian kegiatan yang sangat menarik bagi peserta. Field Trip juga dapat menjadi sebuah wadah untuk memperkenalkan pariwisata dan produk yang dimiliki daerah setempat. Sebelum field trip, usahakan telah terdata jadwal kepulangan pesera sehingga dapat mengkoordinasikan ke divisi transportasi. Dengan demikian, peserta dapat menyesuaikan kawasan yang dikunjungi. Usahakan seluruh LO tetap mendampingi peserta agar peserta tidak tersesat. ( Catatan : Usahakan kualifikasi LO yang memiliki wawasan mengenai pariwisata, sejarah dan kuliner yang dikunjungi).
5)     Pembagian Hadiah
      Pembagian hadiah sering kali dilaksanakan serentak pada penutupan kegiatan/ seminar, sehingga Divisi LKTI harus cepat merekap nilai persentasi dan karya sehingga dapat menentukan pemenang. Divisi LKTI juga langsung menyerahkan nama-nama kepada Divisi Kestari sebelum Pengumuman sehingga sertifikat dapat dicetak segera sesuai data pemenang. Masukkan sertifikat pada masing-masing map seuai urutan pemenang dan sertifikat terdiri atas beberapa bagian (Pemenang, Finalis dan Seminar). Divisi LKTI juga mengecek kembali hadiah berupa tropy, uang tunai dan marchandise.
6)     Kepulangan
      Waktu kepulangan masing-masing tim berbeda-beda. Ada yang kembali  setelah seluruh rangkaian acara selesai, ada pula yang pulang pada saat field trip berlangsung, ada pula yang memperlambat waktu kepulangan. Panitiapun harus segera mendata agar dapat mengatur transportasi dan check out dari penginapan. Jangan sampai terjadi ketinggalan pesawat, kereta  maupun bus. LO dan Divisi LKTI lebih mengetahui kondisi tempat penyelenggaraan kegiatan, sehingga berikan informasi mengenai jarak dan kondisi jalan di kota tersebut.

      Demikian panduan penyelenggaraan Lomba Karya Ilmiah, semoga bermanfaat dan sukses dalam menyelenggarakan lomba tersebut. Menjadi penyelenggara atau peserta adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Memberikan best service tak semudah membalikkan telapak tangan, namun berusahalah untuk memberikan service terbaik. Penulis berterima kasih telah menggunjungi blogspot ini dan mohon maaf atas segala khilaf. Semangat berkarya untuk Indonesia...

Informasi lebih lanjut :
Blogspot   : www.eldoclass.blogspot.com
Facebook  : L Widodo
Twitter      : @WidodoAl
Instagram  : @l_widodo
BBM         : 74F54261
Email        : widodosmile@yahoo.co.id